Rabu, 23 Maret 2011

ORGANISASI PADA PERUSAHAAN

PT. NYONYA MENEER

Sejarah Perusahaan
P.T. jamu Nyonya Meneer Semarang adalah salah satu perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang pembuatan jamu tradisional. P.T. jamu Nyonya Meneer merupakan salah satu perusahaan jamu yang terbesar di Semarang. Karena produk jamu Nyonya Meneer mempunyai mutu yang baik maka jamu produk Nyonya Meneer mulai dikenal masyarakat. Pada awalnya P.T. jamu Nyonya Meneer hanya dikenal di Indonesia. Setelah beberapa tahun mengalami kemajuan akhirnya P.T. ini telah dikenal di manca Negara. P.T. Nyonya Meneer mengalami kemajuan pesat sampai sekarang karena kerja keras dan keuletan dari para karyawan P.T. Nyonya Meneer.
P.T. Jamu Nyonya Meneer berdiri pada tahun 1919 oleh Nyonya Meneer di Semarang. Tujuan utama dari perusahaan selain untuk mendapatkan keuntungan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang obat-obatan khususnya obat tradisional yang berupa jamu. Pada saat kepemimpinan Nyonya Meneer perusahaan mengalami kemajuan pesat dan menjadikan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
Pada tahun 1978 perusahaan diambil alih oleh putranya yang bernama Romana Saerang. Dengan keuletan, keahlian serta pengalaman dari Romana Saerang, baik dalam hal pengolahan produk pengawasan mutu maupun pengolahan perusahaan sangat menunjang perkembangan perusahaan.
Kepemimpinan P.T. Jamu Nyonya Meneer Semarang sejak tahun 1983 dipegang oleh Haans Pangemanan anak bungsu Nyonya Meneer. Dengan berkembangnya usaha maka tanggal 18 Januari 1984 dibuka pabrik baru yang terletak di Jalan Kaligawe Km 4 Semarang, sekaligus dibukanya museum jamu pertama di Indonesia.

Lokasi Perusahaan
Pada awal pendirian, P.T. jamu Nyonya Meneer terletak di jalan Raden Patah 191-199 Semarang. Pemilihan lokasi perusahaan P.T. Jamu Nyonya Meneer berdasarkan atas studi kelayakan. Dalam menentukan lokasi setiap perusahaan akan mempertimbangkan hal-hal yang mendorong kemajuan perusahaan salah satunya yaitu faktor geografis dan faktor ekonomis. Setelah P.T. Jamu Nyonya Meneer mengalami kemajuan, maka perusahaan tersebut memperluas usahanya yaitu dengan mendirikan pabrik baru dan saat ini perusahaan P.T. Jamu Nyonya Meneer telah memiliki empat lokasi untuk kantor dan pengolahan jamu serta satu lokasi tempat perkebunan. Untuk lokasi kantor pusat berada di jalan Raden Patah 191-199, untuk kantor yang lain berada di jalan Raya Kaligawe Km.4.
Pada lokasi inilah terdapat tempat produksi jamu, laboratorium serta museum jamu Nyonya Meneer. Museum jamu inilah yang dijadikan sebagai tempat rekreasi dan sebagai informasi mengenai segala hal yang berhubungan dengan jamu yang ada di P.T. Jamu Nyonya Meneer. Lokasi berikutnya berada di jalan Raden Patah No. 117, di lokasi inilah hanya digunakan untuk sebagian proses jamu dan di Karangjati yaitu untuk perkebunan.

Moto dan Misi PT Nyonya Meneer

a. Motto : Jamu Nyonya Meneer, tradisi terbaik untuk kesehatan dan kecantikan
b. Visi : Karena Mutu, kami unggul di setiap pesaing pasar.
c. Misi :
• Melestarikan warisan tradisi nenek moyang dalam menjaga kesehatan dan kecantikan.
• Memberikan pelayanan kesehatan dan kecantikan yang bermutu sekaligus yang terjangkau seluruh lapisan masyarakat.
• Pelayanan kesehatan yang tercipta dari masyarakat untuk masyarakat luas.
• Turut serta membantu pemerintah dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia dengan cara pemberdayaan dan pengadaan lapangan kerja.

Tipe Organisasi PT Nyonya Meneer
Pada perusahaan ini digunakan tipe organisasi yaitu Piramida Mendatar(flat), tipe ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit
b.Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c.Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil

Struktur Organisasi
Pengorganisasian pada dasarnya merupakan proses penentuan hubungan antara komponen-komponen organisasi atau kelembagaan agar segala kemampuan yang ada dicurahkan pada pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Komponen-komponen yang dimaksud yaitu tugas-tugas yang perlu untuk dikerjakan, orang-orang yang akan melaksanakan tugas-tugas serta alat-alat atau sarana yang akan digunakan dalam melaksanan tugas. Struktur organisasi merupakan suatu kerangka hubungan antara satuan organisasi yang di dalamnya terdapat suatu tugas pada masing-masing peranan tertentu. Setiap badan usaha ataupun dalam organisasi selalu terdapat struktur organisasi yang memberikan gambaran yang jelas mengenai wewenang yang ada dalam suatu perusahaan tersebut dengan jelas sehingga mempermudah pembagian dan wewenang serta tanggungjawab masing-masing. Struktur organisasi yang baik dapat memperlancar proses ataupun aktivitas setiap bagian dalam mencapai tujuan yang diharapkan serta mempunyai susunan yang jelas antara tugas dan wewenang tiap-tiap bagian yang dapat diharapkan untuk menciptakan suasana yang serasi dan bekerja sama yang baik antara bagian yang satu dengan yang lain. Struktur organisasi yang terdapat pada PT jamu Nyonya Meneer merupakan bentuk organisasi garis dan staff yaitu wewenang dan tanggungjawab langsung kepada satuan-satuan organisasi di bawahnya, seperti pada gambar. Jadi wewenang dari pucuk pimpinan mengalir secara langsung kepada para pimpinan pada bagian yang memimpin setiap bagian. Pada struktur
organisasi garis ini proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat dan solideritas antara karyawan tinggi.

sumber:http://sunggingindahjati.blogspot.com/2011/01/msdm-pada-pt-nyonya-meneer.html

Selasa, 22 Maret 2011

ORGANISASI

TIPE DAN BENTUK ORGANISASI


TIPE ORGANISASI

1.Piramida Mendatar(flat)
ciri-ciri :
a.Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit
b.Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c.Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil.

2.Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini
hanya cocok untuk organisasi -organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/lembaga - lembaga penelitian, lembaga - lembaga pendidikan.

3.Tipe Kerucut
ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan
Yang bawah/rendah.
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.


BENTUK ORGANISASI
memandang organisasi dari segi tata hubungan,wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh organisasi.
Bentuk-bentuk organisasi :
1.Bentuk Organisasi Staff
2.Bentuk Organisasi Lini
3.Bentuk Organisasi Fungsional
4.Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
5.Bentuk Organisasi Fungsional & Staff
6.Bentuk Organisasi Lini &Staf

• Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya;
1. Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
2. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3. Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
1. Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
2. Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

• Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya;
1. Pembidangan tugas-tugas jelas.
2. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
3. Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
1. Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
2. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.

• Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
1. Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
2. Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
3. Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
1. Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
2. Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.

• Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diata.


SKEMA DAN STRUKTUR ORGANISASI

Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.
Macam - Macam Skema Organisasi :
1. Berdasarkan Teknik atau Cara Membuatnya :
a. Skema organisasi tegak lurus dari atas ke bawah.
b. Skema organisasi mendatar dari kiri ke kanan.
c. Skema organisasi gabungan tegak lurus dan mendatar.
d. Skema organisasi lingkaran.
e. Skema organisasi gambar.
2. Berdasarkan Isi atau Fungsi Didalamnya :
a. Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi - fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi - fungsi yang lain.

b. Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan - jabatan masing - masing.

c. Skema Organisasi Proyek/divisional
yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.

d. Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing - masing jabatan dengan masing - masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.

e. Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit - unit dalam organisasi tersebut.


sumber: http://anarchicode13.blogspot.com/2010/12/tipe-dan-bentuk-organisasi.html

Rabu, 16 Februari 2011

HARLEY DAVIDSON

Suatu hari ada dua orang pemuda sedang asyik naik mobil, tiba-tiba sebuah motor Harley Davidson mendahului mreka dan pengemudinya berteriak "Hooooooiiiiiiii!... elo udah pernah naik Harley belum?" lalu dia lansung tancap gas. "Sialan tuh orang baru naik Harley segitu aja sombong banget, ayo kita kejar!", kata pemuda yang menyetir mobil. " ayo!", kata temannya.
Mobil itu langsung tancap gas dan berhasil menyalip Harley. Tidak lama kemudian, Harley tersebut berhasil nguber mobil itu lagi, dan pengendara Harleynya berteriak "Hooooooiiiiiiii!... elo udah pernah naik Harley belum?" dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.
"Biar mampus tuh orang, gua sumpahin tabrakan lu, belagu amat sih!", kata pengemudi mobil sambil marah. Rupanya dipersimpangan jalan, Harley tersebut tabrakan dan pengemudi Harley itu ketiban motornya sendiri. Setelah tahu yang tabrakan adalah Harley, kedua pengemudi mobil itu turun dari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut. "Hoi... elo pernah naik Harley nggak?", kata pengemudi Harley sambil meringis kesakitan. " Heh elo udah tabrakan, ketiban motor,masih sombong lagi, mau elo apa sih?", kata salah seorang pengemudi mobil (sambil marah).
Lalu pengendara Harley itu ngomong, "Maksudnya, gua mau nanya kalo elo udah pernah naik Harley kasih tahu gua rem-nya dimana!"

PEMABUK NAIK TAKSI

Suatu hari di Monas, ada orang mabuk yang menghentikan taksi. Setelah taksi berhenti, orang yang mabuk itu masuk kedalam taksi sehingga terjadilah dialog antara sopir taksi dengan pemabuk...
Pemabuk : "Pak, antar saya ke Monas!"
Sopir taksi :"Lho? disini kan Monas mas." (menjawab keheranan)
Kemudian pemabuk itu keluar dari dalam mobil taksi sambil memberi uang sepuluh ribu pada sopir tersebut. Pemabuk itu berkata, "Pak, lain kali kalau antar saya jalan-jalan jangan cepat-cepat ya...."

Selasa, 15 Februari 2011

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE

1. PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE

Pengertian Organisasi
Istilah organisasi dapat diartikan sebagai berikut:
Wadah : tempat dimana sekelomok orang untuk melakukan suatu kerjasama.
Proses : suatu pengelompokan manusia dalam suatu kerjasama yang efisien .

Pengertian organisasi menurut :
a. Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
b. James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
c. Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Sehingga organisasi dapat diartikan sebagai suatu persekutuan atau kumpulan dari banyak orang yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama.

Pengertian Metode
Metode adalah suatu cara atau tata kerja dari setiap anggota organisasi yang memajukan pekerjaan mereka, agar dapat mencapai tujuan yang efisien dan maksimal pada organisasi.

Jadi pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
Berdasarkan pengertian diatas sehingga oranisasi dan metode memiliki beberapa maksud yaitu:
a. Organisasi dan metode merupakan syarat pelaksanaan kerja yang tepat.
b. Organisasi dan metode memiliki peran penting dalam proses kegiatan manajemen.
c. Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisien kerja untuk mencapai tujuan.
Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa hubungan antara manajemen,organisasi dan metode dikatakan sangat erat hubungannya.

Pengertian manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen memiliki kegiatan yang harus dilakukan diantaranya :
a. Planning (perencanaan)
Kegiatan pemikiran, dugaan, dan penentu prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum mengambil dan melaksanakan tindakan yang sebenarnya; disebut juga kegiatan non fisik. Kegiatan ini sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi bersama.
b. Organizing (pengorganisasian)
Proses penyusunan pembagian kerja dan orang yang menduduki posisi di dalam unit-unit kerja, dan fungsi-fungsinya secara tepat. Dalama hal penempatan orang (staffing) harus dilakukan secara obyektif.
c. Motivating (pendorong)
Proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai, dalam segi kebaikan yang bersifat rohaniah maupun jasmaniah.
d. Controlling (pengendalian)
Rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan, dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan controlling kita dapat mengevaluasi yang telah dilakukan sehingga dapat ditingkatkan menjadi yang lebih baik.
Keempat kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa adanya sumber – sumber yang harus didayagunakan secara tepat, menurut istilah George R Terry disebut 6 M (The six M’s in management) yaitu :
a. Manusia atau tenaga kerja (manpower)
b. Uang atau dana (money)
c. Bahan-bahan atau material (materials)
d. Mesin dan peralatan (machines and equipment)
e. Tata kerja atau metode (methods)
f. Pasar (market)


2. MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Seperti yang telah kita ketahui bersama manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Artinya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama, untuk mencapai tujuan tersebut maka dibentuklah suatu organisasi yang fungsional artinya sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan yang sama. Maka jelas sudah fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi hubungan keduanya sangat erat dan tidak dapat dipisahkan, di dalam manajemen harus ada organisasi maka baru dapat terlaksananya tujuan bersama.


3. MANAJEMEN DAN TATA KERJA
Tata kerja atau metode adalah suatu cara dimana sumber-sumber dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien sehinnga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat dan terstruktur. Hal tersebut ditujukan agar :
a. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.


4. HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN, ORGANISASI DAN TATA KERJA
• Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia satu sama lain
• organisasi : alat bagi pencapaian tujuan dan alat bagi pengelompokkan kerja sama
• Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien
Hubungan dari ketiga kata tersebut adalah sama-sama mengarah pada keinginan mencapai suatu tujuan.

Minggu, 28 November 2010

MANAJEMEN TRADISIONAL

1. PENDAHULUAN
Perkembangan usaha semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan usaha tersebut dapat dilihat dengan banyaknya berdiri perusahaan-perusahaan baru yang memiliki kualitas produk yang baik dan juga disenangi oleh masyarakat. Pada awalnya perusahaan menganggap bahwa keuntungan yang maksimum merupakan tujuan utama berdirinya perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan keuntungan.

Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan tentunya tidak hanya merupakan hasil pekerjaan oleh satu orang saja, tetapi merupakan hasil karya dari banyak orang yang berusaha untuk membuat produk-produk yang dapat disenangi oleh konsumen. Produk yang disenangi oleh konsumen adalah produk yang memiliki mutu yang baik, kemasan yang menarik, dan juga harga yang relatif dapat terjangkau. Hal ini berarti perusahaan harus bekerja bersama-sama agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

Untuk dapat membuat produk yang memiliki mutu yang baik, perusahaan bergantung pada kemampuan manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu, perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan memecahkan masalah. Salah satunya adalah Sistem Manajemen Tradisional

Manajemen Tradisional adalah manajer dalam menyelesaikan suatu masalah memecahkannya berdasarkan tindakan – tindakan yang diambilnya dimasa lalu,dengan kata lain didasarkan pada tradisi atau mengikuti tradisi yang sudah berjalan sebelumnya. Manajemen tradisional menggunakan functional-based sesuai ajaran dari Adam Smith yaitu division of labour,dimana cocok untuk lingkungan yang padat tenaga kerja.


2. PERMASALAHAN
1. Apakah sistem manajemen tradisional dinilai efektif?
2. Apakah kekurangan dari manajemen tradisional itu sendiri?

3. PEMBAHASAN
Manajemen tradisional merupakan suatu sistem pemenejeran yang memiliki sebuah struktur dalam pembagian tingkatan atau suatu tingkatan posisi yang biasa disebut piramida, yaitu:
  •  Top Management Orang-orang yang memikul tanggung jawab atas berhasilnya misi organisasinya.
  •  Midle Management Merupakan penghubung kebijaksanaan pimpinan tingkat atas dengan keperluan   pimpinan tingkat bawah.
  •  Lower Management secara langsung menangani tugas-tugas yang bertugas operasional dan oleh karena itu mereka memerlukan kecakapan dan keterampilan teknis lebih besar, sebab mereka secara langsung pemimpin pelaksanaan kerja dengan memberikan petunjuk, bimbingan dan pengendalian kerja
    operasional secara terus menerus kepada bawahannya.

Dalam manajemen tradisional , manajer dipandang berperan sebagai orang pada posisi untuk mempertahankan status quo dan mengendalikan bawahannya agar mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan. Paradigma improvement berkelanjutan mengubah pandangan terhadap peran manajer tersebut. Peran manajer adalah menantang status quo untuk tujuan improvement yang bersifat strategik, dan pada saat yang bersamaan, mereka secara konsisten melaksanakan sistem yang ada untuk memenuhi tuntutan sekarang.

Adapun rancangan kerja manajemen tradisional yaitu:
• Terdapat perbedaan yang tegas antara pekerjaan-pekerjaan thinking dan doing.
• Manager dan staf pembantunya bertanggung jawab menentukan kewajiban-kewajiban pekerja, prosedur dan metode untuk melaksanakan pekerjaan, memerinci mekanisme kerja, menentukan langkah-langkah yang harus diambil dan aturan-aturan yang harus ditaati/diikuti.
• Hal-hal yang tidak termasuk dalam uraian tugasnya harus diserahkan pada pimpinannya.
• Ia harus meminta petunjuk dari pimpinan dalam menghadapi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan.
• Hubungan kerja setiap anggota dalam organisasi bersifat kaku anggota dengan atasan.
• Hubungan kerja dengan sesama anggota lainnya dikendalikan secara ketat oleh aturan formal dan terkontrol, secara ketat pula.
• Mekanisme hubungan kerja dan pertanggung-jawaban menjadi tugas kewajiban atasan, sedang para anggota organisasi diharapkan mematuhi aturan - aturan yang telah ditetapkan.

Adapun Teori manajemen tradisional yaitu:
  •  Manusia dianggap fungsi produksi yang sangat berguna bagi produktifitas.
  •  Manusia dianggap sebagai makhluk yang banyak sifat negatifnya
  • Uang merupakan alasan utama seseorang bekerja

Contoh perusahaan yang termasuk dalam manajemen tradisional adalah PT. nyonya meneer,perusahaan ini menggunakan sistem manajemen secara turun temurun,mulai dari ibunya sebagai manajer sampai kepada anak dan cucunya yang sebagai manajer dalam meneruskan usaha ini. Sistem yang digunakan adalah menggunakan semua bahan ataupun produk dari sejak dulu,dimana berawal Nyonya Meneerlah yang membuat ramuannya. Hal ini dapat dikatakan bahwa Nyonya Meneer lah yang berperan sebagai Top Managementnya dan anak – anaknya berperan sebagai Midle Management dan Lower Management. Sehinnga dapat dikatakan bahwa perusahaan ini termasuk Manajemen Tradisional (manajer dalam menyelesaikan masalah menggunakan tindakan dari manajer yang sebelumnya)


4. KESIMPULAN
Bahwa ternyata sistem manajemen trdisional kurang efektif dikarenakan adanya tingkatan struktur posisi dimana tingkatan yang paling tinggilah yang berwewenang mengatur dan memberikan perintah atupun aturan kepada bawahannya. Sehingga bawahannya tidak bisa memberikan ide-idenya atau input kepada atasannya karena hanya menuruti semua perintahnya akibatnya hubungan bawahan dengan atasan bersifat kaku,hal inilah yang sangat bahaya bagi sebuah perusahaan.

              http://id.wikipedia.org/wiki/Nyonya_Meneer
            


MANAJEMEN DALAM KELUARGA

         Manajemen berasal dari kata to manage (mengatur), sehingga manajemen dalam keluarga dapat diartikan sebagai kegiatan dalam mengatur kehidupan keluarga. Didalam keluarga terdiri dari beberapa anggota keluarga seperi ayah,ibu,anak(kakak,adik),dimana setiap anggota memiliki tanggung jawab dan tugasnya masing-masing untuk mengatur hidupnya. Berikut adalah tugas dan tanggungjawab setiap anggota keluarga saya.
1. AYAH
- Tanggung jawab ayah :
• Menjadi kepala keluarga yang baik.
• Mencari nafkah untuk membiayai kebutuhan keluarganya, baik untuk
kebutuhan pokok ataupun kebutuhan tambahan atau pelengkap.
• Melindungi keluarganya dari segala kejahatan.
• Membimbing keluarganya dalam menjalankan ibadah.
• Memberi nasehat kepada anak-anaknya jika membuat kesalahan.
• Memberikan pendidikan kepada anaknya.
- Tugas ayah di rumah:
• Menghimbau kepada keluarganya untuk saling bekerjasama dalam membersihkan rumah pada hari libur.
• Ikut serta dalam acara kerja bakti atau siskamling dalam lingkungan rumah.
• Mengajak keluarganya rekreasi ketika hari libur tiba.
• Menggantikan posisi ibu dirumah ketika ibu sedang pergi.

2. IBU
- Tanggung jawab ibu :
• Membimbing anak-anaknya dalam beribadah.
• Memberikan pendidikan kepada semua anaknya sejak dini.
• Selalu menyayangi anaknya walaupun terkadang anak-anaknya nakal atau membuat kesalahan padanya.
• Memberikan nasehat atau saran baik kepada anak-anaknya jika membuat kesalahan.
• Mengatur keuangan keluarga dalam mengimbangi pendapatan yang diperoleh dari hasil gaji ayah terhadap
   pengeluaran setiap bulan.

• Mengambil rapor sekolah anak-anaknya.
- Tugas ibu di rumah :
• Menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan keluarganya. Seperti menyiapkan hidangan makanan,
   menyiapkan minum ketika ayah pulang bekerja, membantu adik dalam mengenakan pakaian seragam dan
   lain-lain.
• Mengajak semua anaknya untuk bekerjasama membersihkan rumah ketika hari libur.
• Mencuci piring dan pakaian jika semua anaknya pergisekolah.
• Membantu ayah ketika sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya.

3. Kakak
- Tanggung jawab kakak :
• Menuntut ilmu untuk menempuh pendidikan.
• Menjaga adiknya dari bahaya.
• Menggantikan posisi orang tua jika ayah dan ibu sedang pergi.
• Memberi nasehat kepada adiknya jika berbuat kesalahan.
- Tugas kakak di rumah :
• Membantu ibu membersihkan rumah.
• Mencuci motor setiap minggunya.
• Membantu adiknya dalam mengerjakan PR yang dianggap sulit.
• Membantu mengurus hewan peliharaan.
• Mengantar adik ke sekolah.

4. Saya
- Tanggung jawab saya :
• Menuntut ilmu untuk menempuh pendidikan.
• Menjaga adik dari bahaya.
• Memberikan kasih sayang kepada keluarga.
• Patuh kepada orang tua dan kakak.
• Memberikan sesuatu yang terbaik untuk membanggakan orang tua.
• Selalu beribadah kepada Tuhan.
- Tugas saya di rumah :
• Membantu orang tua,seperti mencuci piring, mencuci pakaian,memasak, dan sebagainya.
• Mengerjakan tugas-tugas perkuliahan.
• Mengurus hewan peliharaan.
• Membantu adik mengerjakan PR.

5. Adik
- Tanggung jawab adik :
• Belajar
- Tugas adik di rumah :
• Ikut serta bekerjasama dalam membersihkan rumah.
• Mengerjakan PR.