Senin, 05 Desember 2011

M-COMMERCE


PENDAHULUAN

M-Commerce (Mobile-Commerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat melakukan transaksi jual beli produk di internet dengan menggunakan sistem m-commerce ini.  

PEMBAHASAN

M-Commerce lahir setelah e-commerce yang pada umumnya dilakukan melalui media internet. Kelahiran m-Commerce tersebut terutama dipicu oleh tingginya tingkat penetrasi handphone di seluruh dunia. Dibandingkan sistem e-commerce lainnya, kelebihan m-Commerce adalah sebagai berikut:
  • Ubiquity   : pengguna dapat mengakses dari mana saja dan kapan saja.
  • Security    : pada umumnya handset dilengkapi dengan smart card reader dansmart caranya itu sendiri.  Sehingga dapat digunakan sebagai secret authentication key.
  • Localization  : memungkinkan diterapkannya location based services.
  • Convenience : ukuran dan berat dari handset membuat pengguna nyaman dalam bertransaksi.
  • Personalization: handphone merupakan perangkat yang bersifat personal, sehingga memungkinkan untuk menawarkan layanan / produk yang bersifat personal.
Namun demikian, diantara beberapa kelebihan seperti yang telah disebutkan di atas, m-Commerce juga memiliki beberapa kekurangan:
  • Keterbatasan perangkat.
  • Tingkat keberagaman perangkat, jaringan dan operating sistem yang sangat tinggi, membutuhkan standardisasi platform antar vendor. Antara lain telah diatasi oleh J2ME(Java 2 Micro Editian)
  • Tingginya tingkat kehilangan / pencurian handphone.
  • Bertambahnya tingkat kerawanan terhadap security ketika data ditransfer melalui air interface

Sistem m-Commerce
Terdapat sejumlah besar payment sistem untuk e-commerce dan m-commerce. Beragamnya sistem tersebut disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

1.Waktu Pembayaran
Perbedaan yang terletak pada waktu pembayaran yang dilakukan oleh pengguna relatif terhadap waktur transaksi, yaitu apakah dilakukan pada saat transaksi, sebelum transaksi dilakukan atau setelah transaksi dilakukan.

2.Jumlah Pembayaran
Pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu transaksi dengan jumlah pembayaran besar, dan kecil. Terdapat perbedaan yang signifikan antara transaksi besar dan kecil. Pada transaksi dengan nilai yang besar, perlu dilakukan authentikasi melalui institusi finansial yang terpercaya. Sedangkan untuk transaksi kecil, authentikasi cukup hanya dilakukan pada level jaringan operator, antara lain melalui SIM Card.

3.Isu Anonim
Anonim berarti indentitas pengguna / pelanggan tidak dapat diketahui oleh merchant. Terdapat sistem yang sepenuhnya anonym, anonym parsial atau bahkan tidak anonym. Masing-masing sifat tersebut dibutuhkan untuk transaksi yang berbeda-beda.

4.Validasi yang dilakukan secara online atau offline
Selain keempat isu utama tersebut, beragamnya sistem e-commerce dan m-commerce juga dipengaruhi oleh isu lainnya:
  • Biaya instalasi yang timbul di sisi customer dan merchant.
  • Performansi (respon time).
  • Biaya per transaksi.
  • Terjaminnya ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, Durability).
  • Sistem yang berjalan di tingkat nasional atau internasional.

Pada transaksi m-Commerce, tahap-tahap transaksi pada dasarnya adalah mirip dengan yang terjadi pada transaksi konvensional. Hanya saja pada kasus remote payment, pengiriman detail informasi transaksi dilakukan melalui jaringan seluler. Sehingga keamanan jaringan seluler juga menjadi perhatian khusus. Selain itu, proses pengiriman informasi transaksi juga melibatkan protocol browser, yang berupa WAP (Wireless Application Protocol), atau protocol sistem messaging seperti SMS (Short Message  Service) dan USSD (Unstructured Supplementary Service Data). Keamanan dari setiap service tersebut juga harus diperhatikan untuk dapat mendukung sistem m-commerce yang aman. Selain transaksi yang bersifat remote, m-Commerce juga dapat dilakukan untuk transaksi lokal, yang pada umumnya menggunakan koneksi Bluetooth, infrared atau RFID. ecara umum, tahapan proses pada m-commerce dapat dibedakan menjadi 4 tahap sebagai berikut:

1.Set-up dan Konfigurasi
Proses ini termasuk instalasi aplikasi khusus pada handset yang akan digunakan pada m-commerce. Selain itu, untuk beberapa sistem m-commerce proses ini juga melibatkan proses pembelian atau penambahan nilai uang pada aplikasi tersebut.

2.Inisiasi Pembayaran
Pada tahap ini informasi pembayaran dikirimkan melalui jaringan seluler atau protokol wireless lainya kepada merchant.

3.Authentikasi
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting pada transaksi. Pada tahap ini diperiksa apakah pengguna memang berhak melakukan transaksi, serta memenuhi persyaratan finansial tertentu. Pada sebagian sistem pembayaran, proses ini melibatkan authentikasi berdasarkan SIM Card.

4.Penyelesaian Pembayaran
Proses ini dilakukan ketika pengguna telah berhasil di-authentikasi, demikian juga transaksi itu sendiri telah berhasil di-authentikasi. Analoginya pada proses transaksi konvensional adalah dengan dicetaknya bukti pembayaran.

Security
Pihak-pihak yang terkait dalam transaksi mobile payment adalah pengguna (pembeli), operator jaringan, institusi financial dan merchant (penyedia produk / jasa yang akan dibeli pengguna). Seluruh pihak tersebut memiliki kebutuhan akan jaminan security sebagai berikut:
  • Pengguna, menuntut dijaminnya security pada account-nya, dan juga privacy, sehingga pihak lainnya sedapat mungkin tidak mengetahui identitas pribadi pengguna.
  • Operator jaringan seluler, merupakan fasilitator dari m-commerce, memiliki perhatian khusus dalam menyampaikan informasi transaksi secara aman melalui jaringannya.
  • Institusi financial, memiliki perhatian khusus pada integritas dari system pembayaran, sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya fraud atau bad-debt.
  • Merchant, menuntut agar proses pembayaran menjadi mudah disisi pengguna, sehingga akan membangkitkan transaksi. Selain itu merchant juga menuntut agar pembayaran dari institusi financial dapat berlangsung dengan sempurna.

Security memegang peranan penting dalam m-commerce. Karena hanya dengan jaminan security m-commerce dapat dijamin cost effective sehingga layak untuk diselenggarakan. Elemen-elemen security yang perlu diperhatikan dalam m-commerce adalah sebagai berikut:
  • Authentikasi, yang memungkinkan pihak fasilitator pembayaran (antara lain institusi keuangan) untuk memastikan bahwa pihak yang menggunakan sitem pembayaran adalah pihak yang berhak.
  • Confidentiality, yang memastikan bahwa pihak lain yang tidak berhak tidak dapat mengakses data pembayaran.
  • Data Integrity, yang memastikan bahwa data pembayaran tidak berubah setelah pengguna menyetujui seluruh detail transaksi.
  • Non-repudiation, yang mengikat seluruh pihak yang terlibat sehingga tidak dapat menyangkal seluruh proses yang telah dilakukannya.

Transaksi m-commerce pada umumnya berlangsung melalui media transport yang disediakan oleh jaringan seluler. Namun demikian, terdapat beberapa keterbatasan yang diakibatkan oleh:
  • Koneksi yang bersifat dinamik, melalui beberapa jaringan akses yang terkadang tidak aman atau tidak dapat dipercaya.
  • Keterbatasan yang ditimbulkan oleh protokol komunikasi, antara lain bandwidth dan latency.
  • Keterbatasan perangkat, antara lain daya dan kinerjanya.
  • Belum matangnya teknologi client.

Model bisnis E-Commers
  1. Layanan Keuangan
·         Perbankan
·         Wireless Payment
·         Micropayment
·          Wireless Wallet
·          Bill Payment Service
·         Money Transfer

  1. Belanja
·      Anywhere wireless

  1. Iklan

  1. Mobile Portal
·                        Berita
·                        Olahraga
·                        E-mail
·                        Informasi Perjalanan

  1. Mobile B2B
·      Pemesanan jasa secara mobile
·      Mengecek ketersediaan barang
·       Melakukan pemesanan produk tertentu
·      Melayani keamanan akses
·      Mengurangi kesalahan petugas

  1. Mobile B2C
·      Transaksi antara organisasi bisnis dengan pelanggan
·      Personalisasi notifikasi barang dagangan
·       Mobile games
·       Pelayanan hotel

Aplikasi dalam Layanan Finansial


Mobile banking
Di banyak negara, bank sudah memberikan layanan akses mobile. Berbagai aplikasi seperti transfer uang, mengecek saldo dapat dilakukan

Sistem Pembayaran Elektronik Nirkabel
Dengan sistem ini, ponsel bisa menjadi alat pembayaran yang aman, dan menjadi alat pembayaran yang sah di jaringan sellular. Misalnya, di italy ada sistem pembayaran parkir dengan menggunakan ponsel. Di Jepang dan di indonesia juga sudah ada pembelian tiket bioskop melalui ponsel

Micropayment
Hampir sama dengan sistem pembayaran elektronik nirkabel di atas, Micropayment juga memfungsikan ponsel menjadi alat pembayaran. Namun aplikasinya dilakukan hanya pembayaran yang sifatnya kecil (biasanya kurang dari 10 dolar)

Dompet Nirkabel (m-wallets)
Adalah teknologi yang memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan pembelian dengan hanya memencet satu tombol di perangkat nirkabel mereka. Salah satu contohnya adalah Nokia wallet. Aplikasi ini menyimpan data seperti kode kartu kredit, dan bisa mengesahkan pembelian secara digital. Microsoft juga memiliki m-wallet yang dikenal dengan “Microsoft Password” untuk digunakan di lingkungan nirkabel.

Wireless Bill Payments
Beberapa perusahaan kini menyediakan layanan pembayaran tagihan via ponsel. Ada sistem yang disebut dengan smartpay system. Sistem ini membantu pembayaran hanya dengan memasukan kode rahasia untuk mengesahkan pembayaran dari bank.
KESIMPULAN

M-Commerce (Mobile-Commerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile. M-commerce memiliki kelebihan namun disamping itu juga memiliki kekurangan, salah satunya layanan dasar dari jaringan GSM / GPRS yang saat ini dioperasikan di Indonesia tidak cukup aman untuk digunakan sebagai media transaksi. Sehingga untuk memberikan layanan m-Commerce yang aman perlu melibatkan layanan tambahan yang dapat didukung oleh GSM / GPRS, seperti aplikasi SIM Tool Kit atau aplikasi J2ME.

DAFTAR PUSTAKA